
Budi daya kroto atau larva semut merah ini,
akan menguntungkan bagi Anda. Kroto atau larva semut merah ini merupakan salah
satu pakan atau sumber makanan terpenting buat burung berkicau agar suara bisa
terus gacor dan memiliki tenaga. Kroto memiliki protein tinggi yang memang baik
untuk stamina si burung. Karena inilah, kroto liar kerap diburu oleh pemburu
kroto dan kemudian dijual ke toko-toko pakan burung, dengan harga sekilo yang
cukup fantastik, yaitu antara 200 – 250 ribu. Bayangkan, jika kroto-kroto liar
ini kerap diambil dan diunduh para pencari kroto, bukan tidak mungkin suatu
saat pasokan kroto akan langka dan bisa-bisa habis. Selain untuk pakan, kroto
juga diburu untuk umpan pancing oleh mereka yang memiliki hobi memancing.
Hingga sampai detik ini, kebutuhan kroto untuk pakan burung berkicau masih
sangat besar. Namun, yang disayangkan, kebanyakan kroto yang dijual di toko
pakan adalah hasil tangkapan liar bukan karena budidaya. Padahal, jika
ditangkarkan, kroto-kroto ini tidak membutuhkan perawatan yang ribet dan
cenderung mudah. Hal pertama yang meski dilihat sebelum menternakkan kroto ini
adalah lokasi penangkaran. Lokasi farm haruslah jauh dari hewan predator semut
rangrang, seperti ayam. Setelah mendapat lokasi farm yang bagus, tinggal
pemberian pakan dan minuman yang teratur dan tidak telat.
Ruangan tempat budidaya semut rangrang
diusahakan memiliki sirkulasi udara yang segar. Artinya dalam ruangan tidak
pengap dan tidak panas. Untuk kandang, bisa memanfaatkan toples minimal ukuran
1 liter. Toples ini nantinya yang akan menampung satu koloni semut rangrang
yang jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor. Untuk perawatan, bisa dibilang cukup
mudah. Suplai makanan dan minuman untuk kroto diusakan harus rutin dan
tidak terlambat. Semut rangrang merupakan tipikal hewan yang mudah sekali
stress, dan salah satu pemicu hewan ini stress adalah terlambatnya suplai
makanan dan minuman. Jika semut rangrang ini stress, maka produktivitasnya bisa
berkurang cukup drastis. Penangkaran kroto yang paling baik dilakukan di dalam
toples. Toples yang paling baik untuk budidaya adalah toples yang berbahan dari
mika. Untuk toples, sebisa mungkin dibersihkan terlebih dulu dari kotoran, baik
tanah maupun debu. Nantinya, semut rangrang ini akan mengeluarkan semacam
benang halus dari mulutnya, untuk bahan dalam pembuatan sarang. Lalu, jangan
lupa untuk memberikan sebuah lubang, seukuran jari kelingking di sisi toples.
Lubang ini nantinya akan digunakan rangrang untuk keluar masuk saat mencari
makanan dan minuman. Agar hasil yang didapat maksimal, upayakan penaruhan
toples jauh dari cahaya matahari. Sedangkan untuk pemberian pakan, bisa
menggunakan perbandingan 30 banding satu. Artinya, 30 toples semut rangrang
bisa diberikan makanan dan minuman sebanyak satu mangkok yang ditaruh di atas
meja atau rak.
Pemberian pakan juga tak perlu tiap hari.
Untuk pakan, misal ulat hongkong, bisa diberikan seminggu atau sebulan sekali.
Yang penting jangan sampai mangkok makanannya kosong. Di pasaran, ulat hongkong
cukup mudah didapat, biasanya per ons dijual 5000 rupiah. Untuk komposisi pemberian
air gula, bisa diterapkan satu sendok teh gula pasir, dicampur dengan 200
mililiter air matang. Biasanya minuman ini akan bertahan hingga 3 – 4 hari. Selain
mudah dalam hal perawatan, salah satu kelebihan budidaya kroto ini adalah
memiliki masa panen yang cepat. Dalam waktu satu bulan, biasanya kroto sudah
bisa dipanen.
Budidaya semut rangrang ini sejatinya minim
kendala. Namun demikian, bukan berarti tidak ada kendala sama sekali. Adanya
hewan predator membuat kendala dalam budidaya kroto. Selain ayam,
toples-toples yang berisi semut rangrang sebaiknya dijauhkan dari gangguan
hewan seperti cicak, tokek, katak, maupun tikus. Permintaan indukan kroto saat
ini sangat tinggi. Tak hanya di kota-kota besar di Jawa, namun hingga
ke Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kroto selain bisa digunakan
untuk pakan burung dan umpan pancing, kroto juga bisa dijadikan obat
herbal.






0 komentar:
Posting Komentar