Pages

Selasa, 22 Juli 2014

Bisnis Budi Daya Kroto


Budi daya kroto atau larva semut merah ini, akan menguntungkan bagi Anda. Kroto atau larva semut merah ini merupakan salah satu pakan atau sumber makanan terpenting buat burung berkicau agar suara bisa terus gacor dan memiliki tenaga. Kroto memiliki protein tinggi yang memang baik untuk stamina si burung. Karena inilah, kroto liar kerap diburu oleh pemburu kroto dan kemudian dijual ke toko-toko pakan burung, dengan harga sekilo yang cukup fantastik, yaitu antara 200 – 250 ribu. Bayangkan, jika kroto-kroto liar ini kerap diambil dan diunduh para pencari kroto, bukan tidak mungkin suatu saat pasokan kroto akan langka dan bisa-bisa habis. Selain untuk pakan, kroto juga diburu untuk umpan pancing oleh mereka yang memiliki hobi memancing. Hingga sampai detik ini, kebutuhan kroto untuk pakan burung berkicau masih sangat besar. Namun, yang disayangkan, kebanyakan kroto yang dijual di toko pakan adalah hasil tangkapan liar bukan karena budidaya. Padahal, jika ditangkarkan, kroto-kroto ini tidak membutuhkan perawatan yang ribet dan cenderung mudah. Hal pertama yang meski dilihat sebelum menternakkan kroto ini adalah lokasi penangkaran. Lokasi farm haruslah jauh dari hewan predator semut rangrang, seperti ayam. Setelah mendapat lokasi farm yang bagus, tinggal pemberian pakan dan minuman yang teratur dan tidak telat.

Ruangan tempat budidaya semut rangrang diusahakan memiliki sirkulasi udara yang segar. Artinya dalam ruangan tidak pengap dan tidak panas. Untuk kandang, bisa memanfaatkan toples minimal ukuran 1 liter. Toples ini nantinya yang akan menampung satu koloni semut rangrang yang jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor. Untuk perawatan, bisa dibilang cukup mudah. Suplai makanan dan minuman untuk kroto diusakan harus rutin  dan tidak terlambat. Semut rangrang merupakan tipikal hewan yang mudah sekali stress, dan salah satu pemicu hewan ini stress adalah terlambatnya suplai makanan dan minuman. Jika semut rangrang ini stress, maka produktivitasnya bisa berkurang cukup drastis. Penangkaran kroto yang paling baik dilakukan di dalam toples. Toples yang paling baik untuk budidaya adalah toples yang berbahan dari mika. Untuk toples, sebisa mungkin dibersihkan terlebih dulu dari kotoran, baik tanah maupun debu. Nantinya, semut rangrang ini akan mengeluarkan semacam benang halus dari mulutnya, untuk bahan dalam pembuatan sarang. Lalu, jangan lupa untuk memberikan sebuah lubang, seukuran jari kelingking di sisi toples. Lubang ini nantinya akan digunakan rangrang untuk keluar masuk saat mencari makanan dan minuman. Agar hasil yang didapat maksimal, upayakan penaruhan toples jauh dari cahaya matahari. Sedangkan untuk pemberian pakan, bisa menggunakan perbandingan 30 banding satu. Artinya, 30 toples semut rangrang bisa diberikan makanan dan minuman sebanyak satu mangkok yang ditaruh di atas meja atau rak. 

Pemberian pakan juga tak perlu tiap hari. Untuk pakan, misal ulat hongkong, bisa diberikan seminggu atau sebulan sekali. Yang penting jangan sampai mangkok makanannya kosong. Di pasaran, ulat hongkong cukup mudah didapat, biasanya per ons dijual 5000 rupiah. Untuk komposisi pemberian air gula, bisa diterapkan satu sendok teh gula pasir, dicampur dengan 200 mililiter air matang. Biasanya minuman ini akan bertahan hingga 3 – 4 hari. Selain mudah dalam hal perawatan, salah satu kelebihan budidaya kroto ini adalah memiliki masa panen yang cepat. Dalam waktu satu bulan, biasanya kroto sudah bisa dipanen.

Budidaya semut rangrang ini sejatinya minim kendala. Namun demikian, bukan berarti tidak ada kendala sama sekali. Adanya hewan predator membuat kendala dalam budidaya kroto.  Selain ayam, toples-toples yang berisi semut rangrang sebaiknya dijauhkan dari gangguan hewan seperti cicak, tokek, katak, maupun tikus. Permintaan indukan kroto saat ini sangat tinggi. Tak hanya di kota-kota besar di Jawa, namun hingga ke Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.  Kroto selain bisa digunakan untuk pakan burung dan umpan pancing, kroto juga bisa dijadikan obat herbal. 

0 komentar:

Posting Komentar